Mengenal Candi Cangkuang Peninggalan Sejarah di Garut

Hai Viral – Pernahkah Anda membayangkan untuk berwisata asri dan melihat peniggalan sejarah? Hal ini sangat cocok jika Anda mengunjungi salah satu tempat bersejarah di Garut, yakni Candi Cangkuang. Suasana alam yang begitu asri di sekitarnya, membuat kita betah untuk melihat-lihat di sana. Candi ini memang tidak terlalu besar, namun ini bisa dijadikan bukti sejarah tentang kebudayaan yang tinggi pada zaman dulu. Kerennya lagi, Candi Cangkuang ini berada di tengah danau yang asri. Jadi, selain Anda dapat menikmati wisata budaya, Anda akan melihat pemandangan danau yang cukup memukau.

Sejarah Candi Cangkuang

Sebetulnya, Candi Cangkuang ini merupakan sebuah candi yang terlupakan, sampai ditemukan oleh seorang Belanda bernama Vordeman pada tahun 1893. Penemuan itu ditulis di dalam sebuah buku yang berjudul Notulen Baataviach Genoot Schap. Di dalam buku itu disebutkan bahwa terdapat penemuan sebuah arca Siwa yang telah rusak dan makam kuno di bukit Kampung Pulo. Candi Cangkuang ini merupakan satu-satunya peninggalan warisan hindu yang ada di daerah Sunda. Candi ini dipercaya dibangun pada abad ke 8, berdasarkan beberapa penemuan fakta di Candi tersebut.

Bagaimana Cara Mengunjungi Candi Cangkuang?

Candi Cangkuang adalah bukti bahwa di Tatar Sunda zaman dahulu, terdapat sebuah kerajaan Hindu. Candi Cangkuang sendiri diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Selain itu, nama “cangkuang” berasal dari nama sebuah pohon yang banyak tumbuh di daerah ini. Letak tepatnya Candi Cangkuang, yakni berada di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kec. Leles – Garut. Jadi, jika Anda ingin mengunjungi situs Candi Cangkuang, Anda harus terlebih dahulu datang ke Garut.

Perjalanan dari Jakarta atau kota-kota terdekat, maka bisa menggunakan transportasi darat. Anda bisa menggunakan bus, maupun mobil pribadi. Perjalanan dari Jakarta ke Garut membutuhkan waktu sekitar 5 – 6 jam. Setelah sampai di Garut, maka tujuan Anda adalah kecamatan Leles dan langsung menuju ke daerah situs Candi Cangkuang. Sesampainya di sana, Anda harus menaiki rakit untuk bisa menyebrang, menuju ke Candi Cangkuang.

Di sekitar Candi, terdapat sebuah makam kuno yang dipercaya sebagai makam Embah Dalem Arif Muhammad. Beliau sendiri adalah seseorang yang menjadi penyebar agama islam di tanah ini. Beliau sebetulnya adalah seorang senopati yang mengemban tugas untuk melakukan penyerangan kepada VOC yang ada di Batavia. Namun, tugas yang beliau emban gagal dan menyebabkan beliau harus tinggal di pedalaman. Ia memilih untuk tinggal di daerah Leles, Garut. Setelah beliau menyebarkan agama islam, maka beliau mengajak masyarakat untuk membuat bendungan yang kini disebut Situ Cangkuang. Candi Cangkuang

Akomodasi di Sekitar Candi Cangkuang

Leles merupakan tempat yang tidak jauh dari pusat Kota Garut. Jadi, di sekitar ini kita tidak kesulitan untuk mendapatkan berbagai penginapan yang memadai. Di Garut, banyak penginapan untuk bermalam. Bagi Anda yang tidak puas berjalan-jalan hanya ke satu tempat, disarankan untuk mengunjungi tempat-tempat terkenal lainnya yang ada di Garut.

Baca Artikel lainnya : Tempat Wisata Melegenda Pulau Pari

Selain ada Candi Cangkuang, di Garut juga ada Situ Bagendit, Kawah Darajat, Kampung Sampireun, Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Cikuray dan masih banyak yang lainnya. Jadi, jika banyak sekali destinasi yang ingin dikunjungi, tentu saja penginapan akan menjadi hal penting yang sangat Anda butuhkan selama di sana.

Pertunjukan budaya adu ketangkasan domba, juga biasanya dilakukan di daerah Garut. Kebudayaan ini adalah sebuah seni yang terus-menurus dilestarikan sebagai salah satu tradisi turun temurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *