Yuk Mengenal Lebih Dalam Jejak Kesultanan Johon di Pulau Penyengat

Johor-AbuBakar

Kesultanan Johon di Pulau Penyengat, HAIVIRAL – Wisata sejarah memang begitu menyenangkan untuk dilakukan oleh setiap orang. Kita bisa mengambil pelajaran dan hal-hal penting di masa lampau, termasuk nilai-nilai kehidupan bermasyarakat. Adalah sebuah kesultanan di masa lampau, bernama Kesultanan Johor. Hari ini Kesultanan itu tidak ada, namun jejak-jejak peninggalannya masih abadi tersimpan dengan jelas. Kesultanan Johor berada di sebuah pulau, yang bernama Pulau Penyengat. Ukurannya cukup kecil, yakni hanya 2500 x 750 meter saja. Pulau ini dinamakan penyengat, karena dahulu ada seorang pelayar yang singgah ke pulau ini untuk mengambil air tawar. Saat dia berada di sana, maka disengat oleh ribuan lebah yang ada di sana.

pulau penyengat

Bagaimana Cara Berkunjung Ke Pulau Penyengat?

Pulau Penyengat ini lokasinya ada di dekat Tanjung Pinang, Kep. Riau. Jadi, jika Anda ingin mengunjungi Pulau Penyangat, destinasi pertama yang harus Anda kunjungi adalah Tanjung Pinang. Dari luar daerah, perjalanan ke Tanjung Pinang dapat dilakukan dengan menggunakan transportasi udara. Ada banyak maskapai penerbangan yang melayani rute menuju ke Tanjung Pinang. Setelah sampai di Tanjung Pinang, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan kapal cepat, tiketnya 10 ribu/orang. Jika Anda datang ke sana dengan beberapa orang, Anda bisa menyewa kapal cepat, dengan harga sewa 80 ribu/kapal.

 

Apa Saja Yang Bisa Dilakukan di Pulau Penyengat?

Pemerintah Kep. Riau menjadikan Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Di sini, kita bisa melakukan berbagai wisata sejarah, budaya dan seni. Kita bisa mendapatkan berbagai wawasan dan pengetahuan baru, setelah berkunjung ke Pulau Penyengat. Wisata di Pulau Penyengat cukup besar, walaupun ukuran dari pulau ini terbilang kecil.

Di Pulau Penyengat, kita juga bisa mengunjungi sebuah masjid yang bernama Masjid Sultan Riau. Masjid ini begitu unik, dahulu dibangun dengan menggunakan putih telur sebagai perekat bagunanannya. Masjid ini akan telihat mencolok, jika dilihat dari kejauhan. Pasalnya, masjid ini mempunyai warna kuning yang menyala dan dapat menyedot perhatian.

Masjid Sultan Riau cukup megah, untuk masjid yang dibangun pada zaman dulu. Berdiri dengan luas 54 x 32 meter, menjadikan masjid ini begitu leluasa untuk menampung jamaah. Bangunan utama masjid ini sendiri mempuyai luas 29,3 x 19,5 meter. Empat menara runcing setinggi 18,9 meter menjadi hiasan yang sungguh menarik di sana. Di tambah lagi, kubah yang ada tidak hanya satu, namun tiga belas buah.

Untuk mengenang orang-orang hebat yang pernah ada di sana, kita bisa mengunjungi makam keluarga Kesultanan Johor di sana. Di dalamnya, kita bisa menemukan makam Raja Ahmad, Raja Abdullah, Engku Puteri Permaisuri Sultan Mahmud, Raja Aisyah Permaisuri dan Raja Ali Haji.

Baca Juga : Suka Dengan Adat dan Budaya, Wajib Ke Desa Tutuk Siadong di Pulau Samosir

Tempat Menginap di Sekitar Pulau Penyengat?

Di Pulau Penyengat, terdapat penginapan-penginapan sederhana yang dikelola oleh penduduk setempat. Kita bisa memanfaatkan penginapan ini, jika ingin menginap di Pulau Penyangat. Menginap di sana, kita bisa mendapatkan pengalaman berbaur dengan warga setempat.

Jika Anda menginginkan penginapan yang berkelas, maka sebaiknya Anda kembali ke Tanjung Pinang. Di sana aa berbagai pilihan hotel yang cukup mumpuni untuk dijadikan tempat untuk menginap. Beberapa diantaranya adalah Hotel Panorama Tanjung Pinang, Pelangi Hotel & Resort, Hotel Sampurna Jaya, Hotel Mutiara dan masih banyak yang lainnya.

Berkunjung ke Pulau Penyengat merupakan salah satu pengalaman indah tersendiri. Banyak orang yang sengaja datang ke sini untuk mengetahui tentang sejarah-sejarah hebat yang ada di Pulau Penyengat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *