Yuk Lihat Panorama di Jembatan Ampera Sumatera Selatan

Jembatan Ampera Sumatera SelatanHAIVIRAL, Jembatan Ampera merupakan salah satu jembatan yang bersejarah dan megah di Palembang. Dahulu, jembatan ini bernama Jembatan Soekarno. Namun pada tahun 1966, tersebar luas gerakan anti-Soekarno, yang pada akhirya menyebabkan namanya diganti. Masyarakat Palembang sendiri sangat suka menyebut jembatan ini dengan sebutan “Proyek Musi”.

Jembatan ini, bagian tengahnya dapat diangkat, sehingga kapal yang berukuran besar bisa lewat Sungai Musi. Namun, kini sudah tidak pernah diangkat lagi, alasannya adalah untuk keamanan. Jembatan ini mempunyai bagian yang bisa diangkat dan diturunkan, beratnya 944 ton. Proses pengangkatan tersebut bisa berproses dalam 1 menit dan akan menaik turunkan bagian tersebut setinggi 10 meter.

jembatan ampera 2

Bagaimana Cara Mengunjungi Jembatan Ampera?

Jembatan ini sudah menjadi ikon Kota Palembang, Sumatera Selatan. Dan tentu saja tidak boleh kita lewatkan! Jika Anda ingin mengunjungi jembatan ini, terlebih dahulu Anda harus berada di Palembang. Ada berbagai maskapai penerbangan yang melayani transportasi ke Palembang. Setelah sampai di Bandara, Anda bisa menggunakan mobil taksi atau sewaan untuk menuju ke Sungai Musi, di mana jembatan ini berada. Jarak yang harus ditempuh untuk menuju ke Sungai Musi adalah 6 Km, dengan durasi perjalanan sekitar 5 – 10 menit.

Apa Yang Bisa Dilakukan di Jembatan Ampera?

Seperti yang disebutkan di atas, Jembatan Ampera merupakan salah satu ikon Kota Palembang. Jadi, jika Anda tidak mengunjungi Jembatan Ampera saat ke Palembang, maka rasanya belum lengkap. Di sana, Anda bisa mengambil beberapa foto dengan latar Jembatan Ampera dan Sungai Musi.

Setelah puas mengambil foto dan bereksplorasi di Jembatan Ampera, Anda bisa melanjutkan perjalanan untuk jalan-jalan ke tempat lain di Palembang.

Akomodasi di Sekitar Jembatan Ampera

Kota Palembang sering dibanggakan sebagai salah satu destinasi wisata yang terkenal. Untuk itu, menemukan akomodasi yang cocok selama di sana akan terasa sangat mudah. Kita bisa menemukan banyak penginapan dengan berbagai jenis, baik itu harga maupun fasilitasnya. Kita bisa mengunjungi Jalan Sudirman, Jalan Kapten A Rival, Jalan Veteran dan Jalan R Katamso.

Selain penginapan yang memadai, selama di Palembang kita bisa dimanjakan dengan berbagai kuliner yang benar-benar melegenda. Hal yang sangat tidak boleh untuk dilewatkan adalah menikmati empek-empek panggang khas Palembang. Satu potongnya dibandrol dengan harga mulai 1500 hingga 22.500 rupiah. Selain itu, mimuman nikmat yang bisa Anda temukan disana adalah es belimbing.

Membawa Oleh-oleh

Sebelum pulang, salah satu kebiasaan penting orang yang pergi jauh adalah membawa oleh-oleh. Nah, saat Anda akan pulang, Anda juga harus membawa oleh-oleh sebagai buah tangan untuk orang-orang yang menyambut Anda. Banyak jenis makanan yang bisa Anda bawa pulang sebagai oleh-oleh. Namun selain itu, Anda juga bisa membawa berbagai souvenir khas, seperti songket (kain tenun). Oleh-oleh itu bisa didapat di sebuah pasar yang disebut Pasar 26 Ilir.

Tips ke Jembatan Ampera

Jika Anda ingin melihat jembatan secara langsung dan berada di atasnya, sebaiknya Anda tidak menggunakan kendaraan bermotor. Hal ini mungkin akan menyebabkan Anda ditilang oleh polisi, jika Anda berhenti di tengah-tengah jembatan ini.

Jika Anda datang ke Palembang, Anda benar-benar harus datang berkunjung ke Jembatan Ampera. Ini merupakan sebuah ikon yang tidak bisa ditinggalkan, ketika Anda berkunjung ke Palembang. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di sana, salah satu yang populer adalah menjadikannya latar dalam dunia fotografi.

Yuk Berkunjung Ke Tangkuban Perahu di Bandung

Tangkuban Perahu di BandungHAIVIRAL, Siapa yang tidak pernah mendengar tentang legenda Sangkuriang? Cerita ini bahkan dijadikan film berkali-kali, terutama film pada era tahun 80-90an. Sangkuriang merupakan salah satu cerita legenda yang berkembang pada masyarakat Jawa Barat, khususnya bagi orang-orang yang tinggal di sekitar Gunung Tangkuban Perahu. Bentuk gunung ini memang terlihat seperti gunung yang terbalik atau dalam bahasa sunda disebut parahu nangkuban. Jadi, gunung ini pada akhirnya disebut dengan Gunung Tangkuban Perahu.

Terlepas dari legenda yang menyertainya, Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat melegenda di Bandung. Banyak sekali wisatawan, baik lokal maupun turis asing yang datang mengunjungi gunung ini. Gunung Tangkuban Perahu telah menjadi salah satu ikon wisata di Jawa Barat. Bagaimana tidak, Tangkuban mempunyai daya tarik alamnya yang indah, akses yang mudah dan dongeng legenda yang menyertainya hingga kini.

tangkuban perahu 2

Bagaimana Cara Mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu?

Gunung Tangkuban Perahu berada di Bandung, maka tempat pertama yang harus dikunjungi adalah Bandung. Setelah itu, perjalanan bisa langsung dilanjutkan ke kawasan Tangkuban Perahu. Perjalanan ke Bandung bisa menggunakan alat transportasi darat berupa bus dan kereta api. Jika Anda datang dari tempat yang jauh, bisa juga menggunakan jasa penerbangan. Ada banyak maskapai penerbangan yang melayani rute kota-kota besar ke Bandara Husein Sastranegara yang ada di Bandung.

Setelah sampai di Bandung, perjalanan ke Tangkuban Perahu bisa dilakukan dengan menggunakan angkutan kota yang beroperasi dari Cicaheum menuju ke Terminal Ledeng. Setelah itu, perjalanan Anda harus dilanjutkan dengan menaiki angkot jurusan Bandung – Subang dan minta berhenti di depan pintu gerbang Tangkuban Perahu.

Jalan Jalan Ke Tangkuban PerahuJalan Jalan Ke Tangkuban Perahu

Apa Saja Yang Bisa Dilakukan di Tangkuban Perahu?

Jika kita berwisata alam, tentu saja hal penting yang bisa kita lakukan adalah menikmati indahnya alam yang begitu asri. Di Tangkuban Perahu, kita bisa melihat asrinya pemandangan yang benar-benar memukau bagi setiap mata yang memandangnya. Selain itu, di kawah terdapat permukaan air panas yang dapat digunakan merebus telur. Kita akan mendapatkan telur yang matang setelah merebusnya di sana.

Baca Juga : Wisata Bandung, Budaya Saung Angklung Udjo

Tempat Indah Di Sekitar Tangkuban Perahu

Setelah dari Tangkuban Perahu, rasanya tidak akan lengkap jikaAnda tidak berjalan-jalan ke tempat yang lainnya. Anda bisa mengunjungi daerah Lembang dan melihat pemandangan alam lainya yang benar-benar begitu indah.

Perjalanan yang cukup menyenangkan itu, tentu saja akan membutuhkan waktu lebih dari satu hari. Hal ini membuat kita benar-benar akan membutuhkan tempat menginap. Banyak sekali tempat menginap yang bisa kita gunakan untuk bermalam di daerah-daerah indah ini. Pemandangan pinggir kota akan begitu menyejukan, jika Anda menginap di daerah Lembang. Selain itu, tempat-tempat menginap ini cukup dekat dengan Gunung Tangkuban Perahu.

Tips Berkunjung Ke Gunung Tangkuban Perahu

  • Gunung Tangkuban Perahu merupakan gunung yang aktif. Di sana, tentu saja dapat mengeluarkan belerang yang baunya begitu menyengat. Untuk mencegah kita dari menghirup gas sulfur, sebaiknya tutup hidung menggunakan sapu tangan.
  • Di sana mungkin akan sangat terik dengan matahari, namun meskipun begitu udara tetaplah dingin. Sangat disarankan saat berkunjung ke sana, kita menggunakan sweater atau beberapa pakaian hangat.
  • Sebaiknya datang di pagi hari, karena pada siang hari kabut akan mulai menutupi pemandangan. Dengan begitu, Anda tidak akan melewatkan momen-momen yang seharusnya tidak ditinggalkan. Pastikan juga, Anda berhati-hati melangkah jika kabut telah turun.

Menikmati Wisata Akhir Pekan di Pemandian Air Panas Ciater

Pemandian Air Panas CiaterHai Viral, Apa yang Anda lakukan saat akhir pekan, setelah melakukan berbagai pekerjaan yang tentunya menguras tenaga? Apakah Anda memilih beristirahat di rumah atau memilih untuk pergi ke suatu tempat yang bisa mengusir rasa lelah. Jika pili han kedua yang Anda pilih, maka salah satu tempat yang begitu cocok untuk kebutuhan Anda tersebut adalah Pemandian Air Panas Ciater. Dengan pemandangan asri, udara sejuk pengunungan dan jauh dari hingar bingar kota, benar-benar menjadikan tempat ini cocok untuk melepas penat dan lelah.

Liburan keluarga sangat cocok untuk dilakukan di tempat ini, karena suasananya yang begitu hangat akan kebersamaan. Liburan keluarga akan menjadi begitu mengesankan, begitu Anda datang ke tempat yang luar biasa ini.

Bagaimana Cara Mengunjungi Pemandian Air Panas Ciater?

Pemandian sejuk ini berada di dataran tinggi Subang, Jawa Barat. Untuk mengunjungi tempat ini, Anda bisa langsung menuju ke Subang dengan menggunakan angkutan darat. Bagi Anda yang berasal dari tempat yang jauh, perjalanan bisa dilakukan dengan menggunakan angkutan udara. Namun, perjalanan menggunakan angkutan udara tidak bisa langsung sampai ke Subang. Perjalanan menggunakan angkutan udara harus ke Bandung terlebih dahulu, yakni mendarat di Bandara Husein Sastranegara.

Setelah itu, perjalanan baru bisa dilanjutkan ke Ciater menggunakan angkutan darat. Perjalanan dari Bandung hanya akan memakan waktu sekitar 1 – 1,5 jam saja. Jika Anda menggunakan kendaraan umum, pastikan Anda berangkat pada pagi ataupun siang hari. Jangan sampai berangkat menjelang sore atau kemalaman. Angkutan umum untuk menuju ke Ciater sangatlah terbatas, dan tidak ada sepanjang waktu.

ciater

Apa Yang Bisa Dilakukan Di Pemandian Air Panas Ciater?

Seperti namanya, tempat ini adalah pemandian air panas. Itu artinya, di tempat ini kita bisa melakukan terapi mandi dengan air panas. Terapi berendam dengan air panas dapat menghilangkan berbagai penyakit kulit, menjadikan otot-otot tegang kembali tenang, aliran darah menjadi lancar dan suasana hati yang berubah menjadi ceria.

Ditambah lagi, alam sekitarnya begitu sejuk dilihat dan dikagumi. Sungguh kita akan sangat dimanjakan saat datang ke kawasan pemandian air panas di Ciater tersebut. Hamparan kebun teh benar-benar terlihat bagaikan karpet yang membentang berwarna hijau. Ini sunggu menjadi sesuatu yang sangat menenangkan hati dan mata bagi siapapun yang melihatnya.

Penginapan di Pemandian Air Panas Ciater

Ketika kita berkunjung pada hari jum’at atau sabtu, tentu kita membutuhkan tempat untuk menginap. Waktu yang ideal untuk pulang adalah hari minggu sore. Selama di sana, kita akan membutuhkan penginapan yang benar-benar nyaman dan juga terjangkau. Ada banyak pilihan penginapan yang ada di Ciater, di antaranya adalah Puspa Sari Hotel, Ciater Spa Resort, Gracia Spa Resort Hotel dan beberapa yang lainnya.

Pilihlah penginapan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda. Tentu tidak lucu, jika kita menghabiskan uang hanya untuk bisa menginap di tempat yang cukup mewah. Dengan melakukan itu, justru malah akan menambah beban kita, bukan menghilangkan stress. Suasana di Ciater cukup dingin, jadi usahakan Anda membawa pakaian hangat, seperti jaket dan sweater.

Tidak lengkap rasanya jika pulang dari Pemandian Air Panas Ciater dan tidak membawa oleh-oleh sama sekali. Subang sangat terkenal dengan nanas si madu. Ada banyak penjual nanas yang berderet di pinggir jalan, saat kita dalam perjalanan pulang. Berhentilah di beberapa kios, untuk mendapatkan nanas khas yang begitu manis tersebut.

Pantai Lovina, Surganya Lumba-Lumba di Pulau Dewata Bali

Pantai Lovina, Lumba-Lumba di Pulau Dewata Bali – Hai Viral – Apakah Anda bermimpi untuk bisa melihat lumba-lumba dengan mata kepala sendiri? Hal ini bisa Anda lakukan di Pantai Lovina yang ada di Pulau Dewata Bali. Di sana, kita bisa melihat lumba-lumba yang berloncat-loncatan di air, dengan begitu indahnya. Lumba-lumba merupakan salah satu hewan laut yang paling cerdas dan mudah untuk dilatih. Itulah mengapa lumba-lumba sering diikut sertakan dalam berbagai atraksi hewan di taman wisata. Untuk melihat atraksi para lumba-lumba di laut lepas, kita harus pergi sepagi mungkin ke sana.

Pantai Lovina

Bagaimana Cara Menuju ke Pantai Lovina?

Untuk menuju ke Pantai Lovina, kita bisa menggunakan beberapa alternatif. Jika Anda baru sampai di Bali dan ingin langsung menuju ke Pantai Lovina, Anda bisa menaiki taksi dari Bandara dengan durasi perjalanan sekitar 3 jam. Tarif yang ditawarkan untuk perjalanan menggunakan taksi tersebut adalah 350 ribu.

Selain menggunakan taksi, Anda juga bisa menggunakan Bus Trans Sarbagite dan turun di Mengwi. Setelah sampai di Mengwi, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Ubung dengan Angkot. Perjalanan dari Ubung masih harus dilanjutkan dengan bus jurusan Ubung – Singaraja – Lovina. Cara kedua memang terkesan cukup ribet, tetapi bagi Anda penikmat perjalanan, hal ini patut dicoba.

Apa Saja Yang Dapat Dilakukan di Pantai Lovina?

Seperti yang menjadi fokus utama bahasan ini, mengunjungi Lovina salah satunya adalah untuk melihat lumba-lumba. Ketika Anda berada di Lovina, hasrat untuk menikmati hiburan malam akan lenyap tanpa aba-aba. Anda hanya akan mempersiapkan waktu untuk menikmati indahnya pagi sambil melihat lumba-lumba.

Satu dari sekian keunikan lumba-lumba adalah mampu berjajar dan membentuk barisan yang teratur dan rapi. Mereka dapat berenang sesuai atura secara berkelompok. Hal ini karena lumba-lumba akan berkomunikasi dengan sesamanya, dan pemimpin mereka akan mengarahkan lumba-lumba ke suatu tempat dan tujuan.

Pada pagi hari, para wisatawan akan berduyun-duyun datang ke Pantai dan menyewa jukung sebagai alat transportasi untuk melihat lumba-lumba. Jukung ini merupakan kapal nelayan tradisional Bali, digunakan untung angkutan umum di beberapa daerah Bali dan juga untuk mencari ikan.

Pagi hari saat kita berburu panorama lumba-lumba, langit seakan-akan mendukung dengan menerbitkan mentari begitu sempurna. Jadi, perjalanan kita menuju laut lepas akan ditemani oleh sang surya yang pura-pura malu menampakan cahaya keemasannya.

Setelah puas menonton indahnya pergerakan lumba-lumba dengan mata kepala sendiri, kita bisa bersnorkel ria. Di dalam sana, ada terdapat terumbu-terumbu karang yang begitu indah memunculkan warna-warni hiasannya.

Menjelang senja, keindahannya juga tidak pernah luntur. Pemandangan memukau langit Lovina juga tetap memberikan kita pemandangan yang epic. Kita dapat melihat mentari yang pelan-pelan melelah, kembali ke peraduannya untuk menggantikan siang dengan malam bertabur bintang.

Akomodasi di Sekitar Pantai Lovina

Suasana Lovina sangat cocok bagi Anda pasangan yang baru menikah. Anda bisa berbulan madu, dibalut dengan sebuah tempat yang ditaburi romantisme tiada duanya. Anda sungguh tidak boleh melewatkan kesempatan untuk bermalam di Lovina. Ada banyak penginapan yang bisa kita gunakan di Lovina. Beberapa di antaranya adalah Sander Homestay, Zen Resort Bali, Pulestis Beach Hotel, Bali Lovina Beach Hotel dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kuliner di sekitaran Lovina juga tidak kalah menariknya untuk dicicipi. Salah satu yang menjadi khas di sini adalah Rujak Yeh. Rujak ini merupakan sebuah minuman khas yang terbuat dari air kelapa setengah tua. Rasa dari rujak yeh ini adalah rasa lengkuas, manis dan asing menjadi satu.

Mengenal Lebih Dalam Candi Cangkuang yang Berada di Garut

Candi Cangkuang yang Berada di GarutHaiviral, Pernahkah Anda membayangkan untuk berwisata asri dan melihat peniggalan sejarah? Hal ini sangat cocok jika Anda mengunjungi salah satu tempat bersejarah di Garut, yakni Candi Cangkuang. Suasana alam yang begitu asri di sekitarnya, membuat kita betah untuk melihat-lihat di sana. Candi ini memang tidak terlalu besar, namun ini bisa dijadikan bukti sejarah tentang kebudayaan yang tinggi pada zaman dulu. Kerennya lagi, Candi Cangkuang ini berada di tengah danau yang asri. Jadi, selain Anda dapat menikmati wisata budaya, Anda akan melihat pemandangan danau yang cukup memukau.

Sejarah Candi Cangkuang

Sebetulnya, Candi Cangkuang ini merupakan sebuah candi yang terlupakan, sampai ditemukan oleh seorang Belanda bernama Vordeman pada tahun 1893. Penemuan itu ditulis di dalam sebuah buku yang berjudul Notulen Baataviach Genoot Schap. Di dalam buku itu disebutkan bahwa terdapat penemuan sebuah arca Siwa yang telah rusak dan makam kuno di bukit Kampung Pulo. Candi Cangkuang ini merupakan satu-satunya peninggalan warisan hindu yang ada di daerah Sunda. Candi ini dipercaya dibangun pada abad ke 8, berdasarkan beberapa penemuan fakta di Candi tersebut.

Bagaimana Cara Mengunjungi Candi Cangkuang?

Candi Cangkuang adalah bukti bahwa di Tatar Sunda zaman dahulu, terdapat sebuah kerajaan Hindu. Candi Cangkuang sendiri diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Selain itu, nama “cangkuang” berasal dari nama sebuah pohon yang banyak tumbuh di daerah ini. Letak tepatnya Candi Cangkuang, yakni berada di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kec. Leles – Garut. Jadi, jika Anda ingin mengunjungi situs Candi Cangkuang, Anda harus terlebih dahulu datang ke Garut.

Perjalanan dari Jakarta atau kota-kota terdekat, maka bisa menggunakan transportasi darat. Anda bisa menggunakan bus, maupun mobil pribadi. Perjalanan dari Jakarta ke Garut membutuhkan waktu sekitar 5 – 6 jam. Setelah sampai di Garut, maka tujuan Anda adalah kecamatan Leles dan langsung menuju ke daerah situs Candi Cangkuang. Sesampainya di sana, Anda harus menaiki rakit untuk bisa menyebrang, menuju ke Candi Cangkuang.

Di sekitar Candi, terdapat sebuah makam kuno yang dipercaya sebagai makam Embah Dalem Arif Muhammad. Beliau sendiri adalah seseorang yang menjadi penyebar agama islam di tanah ini. Beliau sebetulnya adalah seorang senopati yang mengemban tugas untuk melakukan penyerangan kepada VOC yang ada di Batavia. Namun, tugas yang beliau emban gagal dan menyebabkan beliau harus tinggal di pedalaman. Ia memilih untuk tinggal di daerah Leles, Garut. Setelah beliau menyebarkan agama islam, maka beliau mengajak masyarakat untuk membuat bendungan yang kini disebut Situ Cangkuang.

Akomodasi di Sekitar Candi Cangkuang

Leles merupakan tempat yang tidak jauh dari pusat Kota Garut. Jadi, di sekitar ini kita tidak kesulitan untuk mendapatkan berbagai penginapan yang memadai. Di Garut, banyak penginapan untuk bermalam. Bagi Anda yang tidak puas berjalan-jalan hanya ke satu tempat, disarankan untuk mengunjungi tempat-tempat terkenal lainnya yang ada di Garut.

Selain ada Candi Cangkuang, di Garut juga ada Situ Bagendit, Kawah Darajat, Kampung Sampireun, Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Cikuray dan masih banyak yang lainnya. Jadi, jika banyak sekali destinasi yang ingin dikunjungi, tentu saja penginapan akan menjadi hal penting yang sangat Anda butuhkan selama di sana.

Pertunjukan budaya adu ketangkasan domba, juga biasanya dilakukan di daerah Garut. Kebudayaan ini adalah sebuah seni yang terus-menurus dilestarikan sebagai salah satu tradisi turun temurun.

Yuk Mengenal Lebih Dalam Jejak Kesultanan Johon di Pulau Penyengat

Kesultanan Johon di Pulau Penyengat, HAIVIRAL – Wisata sejarah memang begitu menyenangkan untuk dilakukan oleh setiap orang. Kita bisa mengambil pelajaran dan hal-hal penting di masa lampau, termasuk nilai-nilai kehidupan bermasyarakat. Adalah sebuah kesultanan di masa lampau, bernama Kesultanan Johor. Hari ini Kesultanan itu tidak ada, namun jejak-jejak peninggalannya masih abadi tersimpan dengan jelas. Kesultanan Johor berada di sebuah pulau, yang bernama Pulau Penyengat. Ukurannya cukup kecil, yakni hanya 2500 x 750 meter saja. Pulau ini dinamakan penyengat, karena dahulu ada seorang pelayar yang singgah ke pulau ini untuk mengambil air tawar. Saat dia berada di sana, maka disengat oleh ribuan lebah yang ada di sana.

pulau penyengat

Bagaimana Cara Berkunjung Ke Pulau Penyengat?

Pulau Penyengat ini lokasinya ada di dekat Tanjung Pinang, Kep. Riau. Jadi, jika Anda ingin mengunjungi Pulau Penyangat, destinasi pertama yang harus Anda kunjungi adalah Tanjung Pinang. Dari luar daerah, perjalanan ke Tanjung Pinang dapat dilakukan dengan menggunakan transportasi udara. Ada banyak maskapai penerbangan yang melayani rute menuju ke Tanjung Pinang. Setelah sampai di Tanjung Pinang, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan kapal cepat, tiketnya 10 ribu/orang. Jika Anda datang ke sana dengan beberapa orang, Anda bisa menyewa kapal cepat, dengan harga sewa 80 ribu/kapal.

 

Apa Saja Yang Bisa Dilakukan di Pulau Penyengat?

Pemerintah Kep. Riau menjadikan Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Di sini, kita bisa melakukan berbagai wisata sejarah, budaya dan seni. Kita bisa mendapatkan berbagai wawasan dan pengetahuan baru, setelah berkunjung ke Pulau Penyengat. Wisata di Pulau Penyengat cukup besar, walaupun ukuran dari pulau ini terbilang kecil.

Di Pulau Penyengat, kita juga bisa mengunjungi sebuah masjid yang bernama Masjid Sultan Riau. Masjid ini begitu unik, dahulu dibangun dengan menggunakan putih telur sebagai perekat bagunanannya. Masjid ini akan telihat mencolok, jika dilihat dari kejauhan. Pasalnya, masjid ini mempunyai warna kuning yang menyala dan dapat menyedot perhatian.

Masjid Sultan Riau cukup megah, untuk masjid yang dibangun pada zaman dulu. Berdiri dengan luas 54 x 32 meter, menjadikan masjid ini begitu leluasa untuk menampung jamaah. Bangunan utama masjid ini sendiri mempuyai luas 29,3 x 19,5 meter. Empat menara runcing setinggi 18,9 meter menjadi hiasan yang sungguh menarik di sana. Di tambah lagi, kubah yang ada tidak hanya satu, namun tiga belas buah.

Untuk mengenang orang-orang hebat yang pernah ada di sana, kita bisa mengunjungi makam keluarga Kesultanan Johor di sana. Di dalamnya, kita bisa menemukan makam Raja Ahmad, Raja Abdullah, Engku Puteri Permaisuri Sultan Mahmud, Raja Aisyah Permaisuri dan Raja Ali Haji.

Baca Juga : Suka Dengan Adat dan Budaya, Wajib Ke Desa Tutuk Siadong di Pulau Samosir

Tempat Menginap di Sekitar Pulau Penyengat?

Di Pulau Penyengat, terdapat penginapan-penginapan sederhana yang dikelola oleh penduduk setempat. Kita bisa memanfaatkan penginapan ini, jika ingin menginap di Pulau Penyangat. Menginap di sana, kita bisa mendapatkan pengalaman berbaur dengan warga setempat.

Jika Anda menginginkan penginapan yang berkelas, maka sebaiknya Anda kembali ke Tanjung Pinang. Di sana aa berbagai pilihan hotel yang cukup mumpuni untuk dijadikan tempat untuk menginap. Beberapa diantaranya adalah Hotel Panorama Tanjung Pinang, Pelangi Hotel & Resort, Hotel Sampurna Jaya, Hotel Mutiara dan masih banyak yang lainnya.

Berkunjung ke Pulau Penyengat merupakan salah satu pengalaman indah tersendiri. Banyak orang yang sengaja datang ke sini untuk mengetahui tentang sejarah-sejarah hebat yang ada di Pulau Penyengat.

Suka Dengan Adat dan Budaya, Wajib Ke Desa Tutuk Siadong di Pulau Samosir

Desa Tutuk Siadong di Pulau Samosir , HAIVIRAL – Sebuah desa yang sangat kental dengan adat dan budaya memang selalu menjadi destinasi wisata yang menarik. Kali ini, kita akan membahas tentang Desa Tuktuk Siadong yang berada di Pulau Samosir. Kita semua pasti pernah mendengar bahwa di Danau Toba terdapat sebuah pulau di tengah-tengahnya. Pulau tersebut merupakan Pulau Samosir, tempat dimana Desa Tuktuk Siadong berada. Daya pukau desa yang berada di pesisir danau ini benar-benar membuat setiap orang yang datang merasa tersihir akan pesona indahnya.

Desa wisata ini cukup terkenal di mancanegara, dan mengundang banyak turis asing berkunjung ke sini. Bahkan salah satu buku backpacker yang berjudul Lonely Planet, menuliskan secara rinci dan lengkap tentang informasi Desa Tuktuk Siadong ini.

Bagaimana Cara Mengunjungi Desa Tuktuk Siadong?

Desa Tuktuk Siadong ini berada di Kec. Simanindo, Kab. Samosir, Sumatera Utara. Jika Anda berasal dari tempat yang jauh, untuk mengunjungi desa wisata ini, Anda harus datang terlebih dahulu ke Medan. Dari Medan, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan roda 4 melalui Prapat. Perjalanan tersebut akan memakan waktu sekitar 4 – 5 jam. Alternatif lainnya untuk melakukan perjalanan ke Desa Tuktuk Siadong adalah dengan menggunakan kereta api dari Medan ke Pematang Siantar. Perjalanan dari Pematang Siantar harus dilanjutkan dengan menggunakan bus, durasinya sekitar 1 jam.

Dari Prapat, kita akan melakukan penyeberangan dengan menggunakan perahu yang bisa memuat hingga 100 orang. Penyeberangan dengan perahu ini akan membawa kita langsung merapat di Dermaga yang ada di Tutuk Siadong.

Baca Juga : Seputar Wisata Bandung, Wajib Mengenal Budaya Saung Angklung Udjo

Apa Saja Yang Bisa Dilakukan di Tutuk Siadong?

Di Desa Tutuk Siadong, tentu saja kita bisa berkeliling untuk melihat keunikan-keunikan desa yang begitu terkenal ini. Jika Anda berniat hanya berputar-putar dekat saja, maka Anda sebaiknya menggunakan sepeda. Namun, Anda juga bisa berkeliling untuk jalan-jalan secara lebih luas di Pulau Samosir, maka Anda dapat menyewa sepeda motor.

Setelah puas berkeliling, nikmatilah panorama alam yang sangat menakjubkan di Danau Toba. Kita dapat menjajal canoe, sepeda air atau menikmati jet ski di pinggir danau ini. Kegiatan ini sangat cocok dilakukan untuk menikmati indahnya pemandangan yang membentang seluas mata memandang.

Bagi Anda yang suka melakukan pejelajahan, di sekitaran Tutuk Siadong Anda bisa melakukan trekking ke bukit-bukit. Dari bukit inilah, kita dapat melihat panorama Danau Toba dengan begitu sempurna. Saking besarnya danau ini, kita melihat danau tersebut seperti tidak ada ujungnya.

Akomodasi di Tutuk Siadong

Desa Tutuk Siadong merupakan salah satu titik terindah untuk menikmati “surga” Danau Toba. Tidak heran, banyak sekali wisatawan yang datang mengunjungi Desa Tutuk Siadong. Di Tutuk Siadong, kita bisa menemukan berbagai jenis penginapan, terutama hotel-hotel besar sebagai tempat bermalam.

Jika Anda ingin menikmati pemandangan di pinggir danau pada malam hari, maka Anda bisa memilih hotel berbintang. Selain itu, jika Anda seorang backpacker, Anda mungkin ingin menginap di homestay. Beberapa homestay berada di pinggir danau juga.

Untuk memperkental suasana budaya di desa tersebut, beberapa penginapan akan mengadakan hiburan. Hiburan tesebut berupa nyanyian, tari-tarian, musik batak dan pertunjukan si gale-gale

Kuliner batak juga akan menjadi santapan kuliner yang tidak akan pernah Anda lupakan selama di sana. Ada hidangan ayam padar, arsik, panggang dan saksang yang bisa Anda nikmati. Di kawasan ini, mayoritas penduduk bergama Khatolik. Namun, untuk mencari warung muslim tidaklah sulit. Jadi, Anda tetap dapat makan sesuai yang Anda inginkan.